Jayabet Jayabet

Kenangan Ngentotku Dibus Eksekutif

Discussion in 'Cerita Dewasa' started by cerdasku, Apr 25, 2018.

Tags:
  1. cerdasku
    Offline

    cerdasku Active Member

    Joined:
    Apr 5, 2018
    Messages:
    227
    Likes Received:
    31
    Kenangan Ngentotku Dibus Eksekutif | Forum Lendir Hujan turun demikian derasnya, Jakarta kembali kebanjiran akibatnya macet dimana mana. Jam baru menunjukkan pukul 15:20, antrian di depan pintu toll Rawamangun sudah hampir mencapai lampu merah Hutan kayu. Tdk ada lagi yg dapat aku lakukan untuk keluar dari lingkaran kemacetan ini, karena posisi mobilku sudah ditengah, kiri kanan.. Kena, begitu juga depan dan belakang.
    [​IMG]
    Persis diantrian sebelah kiri kulihat seorang gadis dengan rambut dikepang 2 memandangi kemacetan dengan senyum dikulum. Mungkin bagi dia tdk ada yg perlu dipermasalahkan, tinggal duduk enak dikursi bus yg empuk sambil menikmati musik dan menonton taygan video. Lain halnya dengan aku yg harus terus menerus menginjak kopleng dan rem serta stress takut bersenggolan dengan kendaraan lain, betul betul capek lahir bathin.

    JakartaPekanbaru PP, demikian yg tertulis dikaca depan bus tersebut. Ini adalah salah satu bus terbaik yg masih setia melayani trayeknya walaupun terus menerus digempur dengan tarif super murah oleh perusahaan penerbangan. Dengan sedikit mengangkat kepala aku dapat melihat keseluruhan dari bus tersebut, warnanya kombinasi kuning, hijau dan dipermanis dengan garis garis warna ungu dibahagian belakangnya. Isinya hanya 6 orang, berarti 3 awak bus plus 3 penumpangnya.

    Sungguh saat ini adalah masa masa sulit buat pengusaha bus jarak jauh, apalagi dengan trayek dari Jakarta ke kota kota di pulau Sumatera. Harga tiket pesawat adakalanya lebih rendah dari pada harga karcis bus executive. Tdk cukup dengan derita itu saja, jalan jalan disepanjang lintas Sumatra kondisinya betul betul menggenaskan. Kita tdk bisa lagi memilih Jalan mana yg akan ditempuh, tetapi mesti memilih lobang mana yg akan dimasuki yg tersisa bukan lagi jalan tetapi lobang yg sambung menyambung dengan panjang ribuan kilometer.

    Sorry nglantur..!, bus dan gadis tersebut tiba tiba mengusik kenangan lamaku dengan seorang gadis dari Pekanbaru. Apalagi dari station FM yg kustel sebagai penghilang jemu, berkumandang lagu lama When a man love a woman oleh Michael Bolton. Lengkaplah sudah pemicu layar kenangan tersebut, semua tiba tiba tergambar dengan jelas di depan mata. Kejadiannya terjadi beberapa tahun yg lalu, waktu itu musim kemarau sedang berada dipuncaknya. Disepanjang pulau Kalimantan dan pulau Sumatera terjadi kebakaran hutan yg maha hebat.

    Asap menyelimuti hampir sepertiga dari wilayah Indonesia malah sampai menyeberangi selat Melaka, dengan menutup rata Singapura serta membuat hilangnya cahaya matahari di beberapa negara bahagian di Malaysia. Pelabuhan udara Sultan Syarief Kasim, Pekanbaru sudah 1 mingu ditutup karena jarak pandang yg hanya beberapa meter saja. Jangankan buat pilot pesawat yg butuh jarak pandang yg jauh, para pengemudi kendaraan bermotorpun sudah sangat kesulitan untuk melaju dengan aman di jalan raya.

    Aku baru saja menyelesaikan tugas di salah satu perusahaan minyak di Duri dan harus segera kembali ke Jakarta, tdk ada kamus menunggu dalam pelaksaan tugas dari kantorku. Apa boleh buat aku mesti kembali dengan menumpang bus antar Kota dan antar Propinsi. Aku sudah membayangkan ketdknyamanan yg akan dialami selama lebih kurang 36 jam diatas bus dengan menelusuri jalan lintas sumatera sepanjang 1350 km dan melintasi 4 propinsi di lintas tengah. Tetapi rupanya bayangan tdklah selalu sejalan dengan kenyataan.

    Jam 2 siang aku tiba di loket sebuah perusahaan bus jarak jauh yg direkomendasikan oleh salah seorang teman sebagai salah satu perusahaan bus yg memiliki armada dan pelayanan terbaik di Indonesia. Begitu memasuki loket aku mulai ragu masih ada tempat nggak aku bergumam dalam hati, soalnya penumpang sudah begitu ramainya, maklum disamping karena bandara ditutup, hari itu juga bertepatan dengan hari pertama libur sekolah secara nasional.. Semua bangku diruang tunggu penuh terisi. Disetiap sudut terlihat koper dan kardus yg berisikan barang bawaan calon penumpang semrawut, bergeletakan dan membuat kaki sulit dilangkahkan.

    Abang mau kemana bang, suara lembut petugas loket menyambut kedatanganku.

    Dia duduk dibelakang meja panjang yg berbentuk siku siku, sehingga sekaligus menjadi pemisah antara petugas dengan para penumpang.

    Ke Jakarta dik, masih ada tempat nggak, aku menjawab sambil melirik belahan bajunnya yg sedikit terbuka.

    Persis di payudara kirinya tertulis namanya Sulistyowati. Dik Sulis ini berwajah asli solo dengan kulit kuning langsat dan sangat serasi dengan seragam yg dia pakai yaitu kombinasi hijau, kuning dan ungu.

    Wah.. Abang sungguh beruntung
    Maksudnya..
    Tuh.. Ibu itu baru saja membatalkan keberangkatannya, kalau tdk, Abang kena menunggu tiga hari untuk dapat tiket, dia berkata sambil menujuk pada seorang Ibu yg baru saja lewat disampingku.
    Oh.. Terimakasih Dik Sulis, aku berkata sambil lebih mebungkukkan badan untuk dapat lebih jelas melihat belahan bajunya.

    Wouw dia punya payudara cukup subur, mungkin 36B kali.

    Nih tiketnya bang, dia menyerahkan tiket sambil menyebutkan ongkos yg mesti kubayar.

    Cukup mahal memang, tetapi dibandingkan dengan tarif pesawat harganya tdklah sampai tiga puluh persennya. Aku segera membayar harga tiket dan berlalu untuk mecari tempat duduk. Kulepaskan pandangan kesekeliling ruangan, tetapi semua bangku penuh, dan orang orang yg berdiri justru lebih banyak dari yg kebagian tempat duduk. Dalam hati aku berkata,

    Aduh.. Ini baru jam setengah tiga sedangkan jadwal busku jam empat, berdiri 1 jam setengah lumayan juga Aku mengoyg goygkan kaki sambil mengamati tiketku.

    Rupanya bus yg akan kutumpangi betul betul bus yg istimewa. Mereka menamakannya bus Super Executive. Sebuah sebutan yg pantas menurutku. Di jajaran sebelah kiri hanya ada satu tempat duduk berjejer kebelakang sedangkan disebelah kanan terdiri dari dua buah tempat duduk. Bangku bangkunya dilengkapi dengan foot leg dan berbusa empuk persis seperti kursi executive class di pesawat.

    Di antara sisi tempat duduk dan kaca jendela dijepitkan beberapa bantal kecil berwarna biru muda. Disandaran kepala terdapat selimut hangat dengan warna mirip bendera Italy, merah, putih dan hijau. Persis diatas kepala terdapat dua buah ventilasi ac yg dapat dirubah baik volume maupun arah semprotannya. Melengkapi itu semua adalah sebuah TV 17 inchi tergantung diplatfon disebelah kiri pengemudi, sehingga memungkinkan semua penumpang melihatnya dengan jelas.
    Audionya keluaran salah satu pabrik di Jerman, suaranya jernih dan lembut karena dilengkapi dengan subwoover.

    Dibelakang tersedia sebuah toilet yg dilengkapi dengan tissue, air, gayung dan sebuah cermin kecil didindingnya, tetapi ini Hanya Untuk Buang Air Kecil demikian sederet tulisan di depan pintu masuk. Tak lupa mereka juga memanjakan para perokok dengan menyediakan ruang khusus untuk merokok atau smoking area.

    Para penumpang jurusan Jakarta, Bogor, Bandung dan Surabaya dipersilahkan menaiki kendaraan, karena bus anda akan segera diberangkatkan Lamunanku terputus dikejutkan oleh suara halus dari pengeras suara dan aku bergegas meninggalkan foto besar yg memamerkan interior bus yg tergantung didinding. Tiba tiba semua penumpang berdiri serentak dan suara suara yg keluar dari mulut mereka sungguh beraneka ragam.

    Oi capeklah baok barang tu.. A Itu pasti orang Minang, yg populasinya didaerah Riau cukup besar.
    Wes sampeyan naek dulu.. Ini kayaknya dari Surabaya, orangnya kalem berjaket kulit warna hitam, sedangkan temannya memakai kaos warna hijau Persebaya dengan dua gigi emas yg sangat menonjol.
    Tos.. Teteh naik di payun atuh, nggak salah lagi urang Sunda, mungkin mau ke Bandung.

    Aku yg tadinya mau buru buru naik ke atas bus jadi terkesima melihat kesibukan mereka. Ada yg bersalaman, berangkulan dan ada yg saling menggeserkan pipi mereka, bersalaman gaya Arab.. Silahkan Bang Si Sulis tersenyum sambil merentangkan tangannya.. Aku melangkah naik ke atas bus dengan menginjak keranjang plastik tempat teh botol sebagai alat bantu untuk mencapai tangga utama yg cukup tinggi.

    Dalam hati aku bertanya,Tempat dudukku nomor berapa ya memang dari tadi aku tdk sempat mencek hal itu. Rupanya aku harus duduk di kursi no. 4C, berarti deretan ke empat dari depan berada disisi sebelah kanan atau bangku dua dua dan persis dipinggir jendela. Wah kebetulan ini adalah tempat duduk favouritku kalau naik bus, karena dengan duduk disamping jendela aku bisa melepaskan pandangan kesegala arah sehingga perjalanan tdk terlalu membosankan. Aku meletakkan tas ku dirak tepat diatas kepala dan memasukkan beberapa koran serta majalah ke dalam kantong pada bagian belakang, bangku depan.

    Bapak bapak dan Ibu ibu selamat datang di atas bus super executive kami, dan semoga perjalanan anda selamat sampai ditujuan. Sulis si cewek bertetek besar memberikan kata sambutan persis kayak pramugari dipesawat.
    Bus ini dilengkapi dengan AC, karena itu kami minta anda yg merokok untuk hanya menikmati rokoknya di smoking area yg telah kami sediakan. Wah.. Si Sulis kembali melanjutkan kata pengantarnya sambil berjalan pelan ke arah tempat dudukku.
    Dibelakang juga tersedia toilet tetapi hanya dipergunakan untuk buang air kecil saja, kecuali jika anda semua sepakat untuk bersama sama menikmati bau e e.. Sulis tdk melanjutkan kalimatnya karena hampir semua penumpang tertawa terbahak bahak.

    A.. Indak do, indak talok dek awak manahan baun nyo do Ibu ibu dibelakangku memberikan komentarnya dalam bahasa Minang.
    Baiklah para penumpang sekalian, terimakasih atas pilihan anda terhadap armada kami dan selamat jalan Sulis segera meminta tanda tangan pengemudi sebagai pengesahan surat jalan dan meberikan beberapa copynya kepada kondektur untuk disimpan, kemudian dia menghadiahkan sejumput senyum manis ke arahku sambil melambaikan tangannya.
    Oh.. Sulis, seandainya aku punya sedikit waktu untuk bisa menginap di Pekanbaru, maka aku yakin kesuburan gunung payudaramu akan dapat kudaki, tetapi.. Yah.. Pekerjaan tdk mengenal waktu untuk menunggu Setelah kondektur bus selesai membagikan snack, kendaraan mulai bergerak menuju Jakarta dan kulihat jam tanganku persis menunjukkan pukul 4 sore. Wah..

    Aku salut atas cara kerja yg profesional dari segenap crew dan pengurus bus, yg dapat mengalahkan perusahaan penerbangan dalam soal tepat waktu keberangkatan. Lho ada yg aneh kok bangku disebelahku no. 4B masih kosong!!

    Bang ini bangku kosong ya aku bertanya ke kondektur bus yg berseragam ungu kombinasi hijau.
    Tdklah bang, mana ada tempat kosong sekarang ini, kayaknya penumpang pesawat tumplek semua kesini, apalagi kan libur sekolah! dia berkata sambil membetulkan letak barang barang bawaan penumpang agar tdk terjatuh selama dalam perjalanan.
    Tapi.. Ini kosong kok aku penasaran sambil menepuk nepuk bangku tersebut dengan tangan kiriku.
    Penumpangnya naik di Teratak Buluh (nama sebuah kampung diluar kota Pekanbaru)
    Oh.. Aku terdiam sambil mengamati deretan toko toko yg berlalu satu persatu seiring dengan kecepatan bus yg makin meningkat.

    Pekanbaru, ibukota propinsi Riau memang berkembang dengan pesatnya, maklum dengan kandungan minyak serta gas alam yg melimpah dan potensi hutan yg kaya dengan kayu untuk industri, maka tak heran bangunan bangunan baru seperti kantor pemerintah, ruko dan malah plaza plaza bermunculan dimana mana. Apalagi saat ini perkebunan kelapa sawit dalam skala besar sudah mulai menghasilkan minyak yg pada dasarnya juga akan ikut menaikkan PAD daerah dan memperkuat daya beli masyarakat.

    Tetapi satu hal yg selalu menghantui fikiranku adalah Apakah warga Pekanbaru asli akan bernasib sama dengan saudaranya orang Betawi yg tdk bisa menjadi tuan di tempat kelahirannya sendiri Semoga tdk demikian, karena factor budaya dan adat istiadat meraka sangat berbeda, sehingga cara pandang mereka terhadap para pendatang juga sangat berbeda.

    When a man love a woman alunan lembut suara serak Michael Bolton membuat fikir ku merasa rileks, apalagi didukung oleh tempat duduk yg sangat nyaman. Kurebahkan sandaran bangku kebelakang, foot leg kunaikkan selimut segera kututupkan kekaki karena dinginnya ac mulai terasa dan bantal kecil kupeluk buat menghangatkan bagian perut yg terasa kembung diterpa udara dingin Wah aku betul betul surprise, nggak nygka kalau ada bus yg demikian bagusnya, sehingga tempat duduknya bisa dirubah menjadi tempat tidur yg cukup memadai buat ditempati selama 36 jam kedepan.

    Pelan tetapi pasti, seiring alunan lagu dan buaiyan lenggak lenggok bus dalam menapaki setiap tikungan maka mataku mulai berat Tidur.. Ah.. Aku nggak bisa ceritakan seperti apa aku tidur waktu itu.. He he he, yg pasti tidurku begitu nyenyaknya sehingga sama sekali aku tdk menyadari kalau disampingku sekarang telah duduk seorang gadis cantik yg rupanya naik di Teratak Buluh.

    Maaf Bang kalau tidurnya terganggu
    Oh.. Nggak Aku bangun sambil memastikan tdk ada setetes ilerpun yg tak terkontrol sehingga keluar melampaui garis bibir dan dengan ujung telunjuk kubersihkan taik mata yg mungkin nongol disudut sudut mata.

    Syukur kali ini aku nggak tidur ngiler dan juga nggak ada taik mata, berarti tubuhku masih bisa menjaga martabat tuannya di depan seorang gadis cantik yg belum kukenal. Kalaulah tadi aku tidur ngiler dan bangun dengan mata penuh dengan ampas airmata, waduh.. ajegile, tentu sigadis disebelah akan hilang selera buat kuajak berkenalan dan alangkah ruginya kalau sepanjang perjalanan 1350 km cuma bengong dan tidur aja.

    Wah jam berapa ini Aku bertanya pada sendiri sambil melihat jam tangan, ternyata aku tertidur selama dua jam limabelas menit.
    Sekarang sudah jam enam sperempat bang Gadis disebelahku berbaik hati memberi tahu sambil memandang dengan matanya yg teduh.
    Oh iya, saya kurang tidur semalam dan perjalanan dari Duri ke Pekanbaru sangat melelahkan karena ac mobilnya mati

    Aku memberikan sedikit keterangan tanpa peduli dia butuh atau tdk, hitung hitung balas jasalah karena dia sepertinya memberi perhatian sama aku.

    Pantas tidur abang lelap sekali
    Oh iya.. Nama saya Dodo, Dodo Djauhari aku megulurkan tangan untuk berkenalan
    Saya Rostiana, abang boleh panggil Ina saja Kami berjabatan tangan, tiba tiba bus menikung kekiri dalam kecepatan yg cukup tinggi akibatnya tubuh Ina terdorong ke arah ku, untung pembatas jok antara kami masih terpasang sehingga hanya kepalanya yg jatuh dalam dekapanku.

    Rambutnya hitam mengkilap dan menebarkan aroma khas yg memicu mesiu syahwat untuk menggerakkan jiwa dan vital kelelakianku agar bangkit dari tidurnya. Rambut itu begitu terawat, panjangnya hampir mencapai pingul, tetapi dijalin dua ala gadis tahun enampulahan.

    Oh.. Alangkah indahnya kalau rambut itu dibiarkan tergerai bebas dipunggung putih telanjang, pikiran ngeresku mulai keluar. Kami sama sama tertawa.
    Ha ha.. Ina, sebaiknya pembatas ini kita angkat aja ya, agar bukan hanya kepala Ina yg bisa abang peluk! Aku menggodanya sambil mendorong pelan tangannya agar dia bisa duduk dengan benar.
    Wah enak di abang nggak enak di Ina dong Dia menanggapi godaanku sambil tersenyum.
    Tapi kalau abang berjanji nggak macammacam, ok lah kita akan angkat pembatas ini.
    Abang janji lah.. Dek, abang tak akan macam macam, aku sengaja mengucapkan kata kata dek agar mendapat kesan lebih intim.

    Kalau begitu abang akat lah.. Masak Ina pula yg mesti angkat! logat Melayunya masih cukup kental. Aku mengangkat balok busa yg memisahkan kursi kami berdua.
    Nah sekarang bangku kita jadi lebih lega kan
    Betul bang.. Tapi abang sudah janjikan tdk akan macam macam
    Abang nih orang baik baik dek, pasti abang nggak bakalan macam macam, karena abang suka yg manis manis. Ina tertawa keras sekali, dia merasa lucu dengan kata kataku yg sebetulnya nggak nyambung, tapi pengertiannya benar.

    Sebagian orang di pulau Sumatera menyebut rasa asam dengan macam.

    Oh.. Jadi abang tuh sukakan manisan ya!
    Nggak juga.. Abang hanya suka gadis manis seperti dek Ina.. Rudal rayuan mulai kulepas, dengan sasaran lubuk hati dan benteng cinta si Ina.

    Melihat gelagat dan cara penerimaan dan sikapnya yg lepas bebas begitu, aku yakin tinggal dalam hitungan jam kedepan aku akan berhasil mengakuisisi gadis manis ini.

    Sudah.. Mulai tuh merayu. Dia berkata sambil melirik, wah.. Mata itu begitu bening dan teduh, aku berkata dalam hati, pasti akan sangat menyenangkan melihat mata itu dikala pemiliknya mulai horny.

    Sayu, teduh dan mengisyaratkan kepasrahan serta kenikmatan surgawi yg ingin segera dia reguk.

    Tdk.. Yg abang katakan benar adanya, kamu memang manis dan cantik kok
    Ina tahu.. Lelaki tuh kalau sudah merayu pasti ada maunya
    So pasti itu..
    Terus terang aja Abang tuh maukan apa
    Begini dek Ina, abang tadi dari Duri jam 11 pagi, karena buru buru abang minta sopir taksi untuk lansung tancap gas ke Pekanbaru.
    Sudah.. Jangan berbelit belit gitu lah, terus terang aja Tanpa sengaja tangannya menepuk pahaku, oh.. Tangan itu begitu halus membuat aku ingin ditepuk beribu kali lagi.

    Jadi abang tdk sempat makan siang! ha ha ha Ina tertawa berderai sambil menutupi mukanya dengan kedua belah tangannya.
    Ina tahu sudah maksud abang, abang hendakkan kueh nih kan
    Semoga Tuhan memberikan hidayahNya kepada orang orang yg mau memberikan makanan, ketika orang lain sedang lapar.. Amin Aku berpura pura berdoa sambil membentangkan kedua telapak tanganku.

    Wah menyenangkan sekali punya teman perjalanan seperti abang Dodo nih, kocak rupanya Ina tersenyum sambil memberikan sepotong bolu gulung dengan selai nanas, yg aku rasa begitu nikmatnya,
    Apa karena lapar kali ya! Hanya dalam hitungan detik bolu tersebut ludes sudah, tapi rupanya Ina betul betul mempersiapkan makanan yg cukup buat melakukan perjalanan jauh, dan seperti bisa membaca jalan fikiranku dia berkata.

    Bang kita nih kan mau menempuh perjalanan hapir dua hari, kalau mobil nih rusak di tengah hutan kemana kita nak cari makan! makanya Ina sudah siapkan rupa rupa penganan nih.
    Terimakasih Ina,.. Ya Tuhan kasihilah orang orang yg selalu membawa makanan yg banyak dalam tasnya dan dengan senang hati berbagi dengan orang disebelahnya aku kembali pura pura berdoa.
    Sudahlah bang, aku sudah tahu abang nih banyak kali akal nya, nih yg terakhir buat cuci mulut. Ina memberikan sebuah jeruk yg cukup besar dan manis sekali, sepertinya ini adalah jeruk lokal tetapi rasanya begitu segar.

    Demikianlah awal perkanalanku dengan Ina, katanya dia baru saja menamatkan sekolahnya disalah satu SLTA di Pekanbaru dan bermaksuk melanjutkan pendidikan disalah satu perguruan tinggi di Jakarta. Tapi aku sedikit ragu dengan apa yg dia bilang. Memang teteknya telah tumbuh dengan sempurna tetapi sikap kekanak kanakannya masih jelas tersisa, begitu juga dengan wajahnya masih begitu polos dan segar layaknya gadis kelas tiga SMP. Hari itu dia hanya mengenakan baju kaos tanpa kerah berwarna putih dan ada strip coklat yg pas melewati kedua bukit indah di dadanya.

    Aku bertanya tanya dalam hati, Kenapa dia tdk pakai celana jean tapi cuma pakai rok hitam setinggi lutut, padahal ac di mobil cukup dingin. Tetapi justru hal tersebut sangat menguntungkan aku beberapa jam kemudian. TV sudah dinyalakan dan kondektur memutar sebuah video yg bercerita tentang hantu didalam sebuah mobil. Ina demikian ketakukan menyaksikan hantu tersebut sehingga tanpa sadar kadang kadang dia memeluk tubuhku. Kesempatan itu tdk kusia sia kan, semakin aku menakut nakuti dia dengan hantu itu semakin erat pula pelukannya.
     
  1. cerdasku
  2. cerdasku
  3. cerdasku
  4. cerdasku
  5. cerdasku

Share This Page